“Setiap hari saya tambah menu. Alhamdulillah, biasanya habis sebelum azan magrib,” tuturnya.
Beberapa pedagang juga menawarkan paket takjil hemat untuk keluarga dengan harga mulai Rp12.500 hingga Rp20.000. Paket tersebut berisi nasi, lauk pauk sederhana, dan minuman, sehingga menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa tanpa harus memasak di rumah.
Selain menjadi pusat kuliner, Alun-Alun Nganjuk juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial. Warga saling bertemu, bercengkerama, dan menghabiskan waktu bersama sambil menunggu waktu berbuka. Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika azan magrib berkumandang dan pengunjung serentak menyantap hidangan yang telah dibeli.
Kehadiran pusat kuliner Ramadan di Alun-Alun Nganjuk tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat tradisi ngabuburit yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Dengan pilihan jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang melimpah, Alun-Alun Nganjuk kembali menegaskan posisinya sebagai ikon wisata kuliner Ramadan yang selalu dinanti setiap tahun.





