“Itu bukan pada masa saya, melainkan pada masa Bupati Dulmusrid,” ujarnya saat dimintai keterangan usai aksi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski demikian, Safriadi menyatakan akan membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan tata ruang yang ada.

“Nanti akan kita kaji ulang dulu,” imbuhnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Singkil, Amaliun, merespons tuntutan massa dengan menyatakan bahwa pihak legislatif sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Ia menyebut DPRK telah melakukan berbagai upaya, termasuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak perusahaan terkait isu-isu yang disorot oleh masyarakat.

“Kalau ada yang mengatakan kami tidak bekerja, itu salah. Kami sudah bekerja, termasuk RDP dengan perusahaan-perusahaan yang bersangkutan,” ujar Amaliun.

Aksi unjuk rasa ini ditutup dengan cara yang unik. Para demonstran berjoget diiringi lagu “TOLABALE” dan “Tikus Kantor” sebagai bentuk sindiran kepada para pejabat. Aksi simbolik ini mereka lakukan sebagai respons atas perilaku pejabat negara dan anggota DPR RI yang sebelumnya viral berjoget usai peringatan HUT RI ke-80.(Al)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2