Program revitalisasi sekolah yang dilaksanakan Pemerintah Pusat menjadi bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pendidikan di daerah terdampak bencana. Di UPTD SDN 7 Jangka, sebanyak tujuh ruangan telah selesai direhabilitasi secara menyeluruh. Fasilitas tersebut meliputi enam ruang kelas belajar dan satu ruang perpustakaan yang kini telah kembali layak digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.
Kepala UPTD SDN 7 Jangka, Maryana, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, rehabilitasi tersebut menjadi harapan baru bagi para guru dan siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Presiden beserta perhatian pemerintah. Melalui revitalisasi ini, sebanyak enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan telah selesai direhab. Kami berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut, khususnya dalam pemenuhan fasilitas pendukung sarana dan prasarana belajar, guna memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan semakin aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Maryana.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memberikan rasa aman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Karena itu, pihak sekolah berharap program peningkatan sarana pendidikan dapat terus dilanjutkan secara bertahap.
Pemerintah Kabupaten Bireuen menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat serta kementerian terkait dalam mempercepat pemulihan pascabencana di berbagai sektor. Salah satu fokus utama adalah sektor pendidikan agar seluruh anak di Kabupaten Bireuen dapat kembali memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi infrastruktur.
Revitalisasi UPTD SDN 7 Jangka diharapkan menjadi salah satu contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan fasilitas publik pascabencana. Dengan selesainya rehabilitasi ruang belajar dan perpustakaan, proses pendidikan di sekolah tersebut diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, aman, serta mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bireuen.





