Pria asli Lamongan Jawa Timur ini menambahkan bahwa aktivis sering kali memiliki cara berpikir yang berbeda, yang membuat mereka lebih terbuka terhadap berbagai isu, mulai dari filsafat hingga politik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Viva Yoga juga menekankan pentingnya tetap fokus pada pendidikan formal. Ia mendorong peserta untuk serius dalam belajar di sekolah atau kuliah, agar dapat memahami ilmu yang relevan dengan jurusan masing-masing.

“Ilmu-ilmu fakultatif inilah yang akan menjadi dasar dalam kehidupan untuk mencari kerja,” ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk memperluas wawasan, ia menyarankan agar pelajar dan mahasiswa membaca berbagai buku di luar bidang studi mereka, termasuk buku tentang ideologi, politik, dan ekonomi.

“Perpaduan inilah yang akan membuat wawasan kita menjadi luas,” ujarnya.

Di akhir sesi, Viva Yoga menjelaskan tentang keberadaan partai politik di Indonesia, yang merupakan bagian dari sistem demokrasi.

Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat delapan partai yang lolos parliamentary threshold di DPR, yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKB, PKS, PAN, dan Demokrat.

“Tidak ada negara demokrasi tanpa partai politik,” tegasnya.

Dengan semangat dan komitmen, Viva Yoga berharap generasi muda dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat.

Kegiatan Parlemen Pelajar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mereka untuk terlibat lebih aktif dalam dunia politik dan organisasi.(*)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2