“BKPRMI berharap dapat terus berkembang menjadi organisasi yang semakin besar dan memberikan manfaat luas bagi umat,” katanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) BKPRMI, Said Aldi Al Idrus, menyoroti pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan ustadz dan ustadzah, khususnya terkait pemberian insentif di berbagai wilayah Indonesia. Ia juga memberikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemko Pematangsiantar terhadap berbagai program BKPRMI.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) lintas sektoral antara BKPRMI dengan sejumlah kementerian dan lembaga negara. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan program kepemudaan, sosial, ekonomi umat, serta perlindungan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Beberapa instansi yang terlibat dalam penandatanganan MoU tersebut antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, Badan Pengelola Keuangan Haji, serta BPJS Ketenagakerjaan.

Menanggapi penghargaan yang diterimanya, Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada BKPRMI atas kepercayaan yang diberikan. Ia menilai BKPRMI memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Wesly juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembinaan generasi muda dan penguatan kegiatan keagamaan di Kota Pematangsiantar.

Selain membahas agenda organisasi, Rapimnas BKPRMI juga membicarakan rencana pelaksanaan Festival Anak Sholeh Indonesia sebagai bagian dari penguatan pembinaan karakter generasi muda berbasis masjid.

Program tersebut diharapkan menjadi wadah pembentukan generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.(Pirhot Nababan)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2