Untuk mengantisipasi pelaku kembali beroperasi, Polres Simalungun telah menyusun rencana tindak lanjut (RTL) yang komprehensif. Langkah pertama adalah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah setempat, baik di tingkat kecamatan maupun desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami akan berkoordinasi erat dengan Pemda setempat untuk memantau lokasi ini secara ketat. Kerjasama semua pihak sangat penting untuk menutup celah beroperasinya tambang ilegal,” jelas Herison menjelaskan strategi pencegahan.

Langkah kedua yang akan dilakukan adalah peningkatan patroli dan pengawasan di lokasi rawan tambang ilegal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Tim kami akan rajin melakukan patroli ke lokasi tersebut. Jika kedapatan pelaku kembali beroperasi, kami akan langsung melakukan penindakan tegas sesuai hukum,” ungkap Herison.

Gagas menambahkan, pihaknya juga sudah memasang mata-mata di sekitar lokasi. “Kami meminta bantuan masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat ada aktivitas mencurigakan. Nomor kontak Polres Simalungun terbuka 24 jam,” ujar Gagas mengajak partisipasi warga.

Herison menegaskan bahwa hasil penyelidikan ini akan segera dilaporkan kepada pimpinan untuk menentukan langkah strategis selanjutnya. “Kami tidak main-main dalam menangani kasus ini. Siapapun yang terbukti melakukan tambang ilegal akan kami proses hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Sat Reskrim Polres Simalungun juga mengimbau pelaku tambang ilegal untuk menghentikan aktivitasnya dan mengurus izin resmi jika ingin melakukan penambangan.

“Jangan merusak lingkungan dan merugikan negara. Ikuti prosedur yang benar,” ajak Herison kepada para pelaku.

Komitmen Polres Simalungun menutup tambang ilegal ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang selama ini resah dengan kerusakan lingkungan akibat penambangan liar.(Yuni).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2