Kanjeng Sunan Giri kemudian melerai pertarungan tersebut, dan berwasiat bahwa keris bernama Mbah Jimat Luk Limo merupakan lambang kewibawaan seorang pamong/pemimpin yang harus menjaga lima perkara dalam agamanya juga lima waktu sholatnya.

Selain itu, lele yang menutupi Danurekso saat dala. pengejaran merupakan perlambangan budaya tolong-menolong, keuletan, kesabaran, dan kemakmuran dalam menjalani hidup dimanapun tempatnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Yuhronur Efendi yang hadir pada kesempatan tersebut berharap, pesan moral yang diperoleh dari drama tari yang ditampilkan ini dapat benar-benar dicerna dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk warga Lamongan.

Beliau juga berharap sektor pariwisata dan kuliner Lamongan yang terkenal berdaya saing akan dapat terus menggerakkan perekonomian Lamongan.

“Kedepan saya ingin sektor pariwisata dan kuliner yang sudah menjadi branding Lamongan dan mempunyai daya saing tersendiri, juga ekonomi yang lainnya, menjadi lokomotif yang menggerakkan perekonomian di Kabupaten Lamongan,” harap Pak Yes.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2