Kabar baiknya, bagi konsumen yang membidik varian paling dasar, harga model 256GB untungnya dibiarkan tidak berubah dan tetap ditahan di angka $2,000.
Tren kenaikan harga pada perangkat keras yang sudah cukup lama beredar ini tentu memicu banyak pertanyaan di kalangan pengamat industri teknologi.
Jika kebijakan lonjakan harga pada lini Galaxy Z Fold7 ini merupakan indikasi kuat dari kondisi manufaktur global, maka perangkat penerusnya, yakni Galaxy Z Fold8 coming in July mendatang, sangat berpotensi dijual dengan harga yang jauh lebih meroket untuk kapasitas memori yang sama.
Mengingat mahalnya harga komponen rantai pasok semikonduktor saat ini, rasanya tidak banyak manuver yang bisa dilakukan Samsung untuk mencegah lonjakan tajam tersebut.





