Ning Lia berharap LDII dapat terus berkontribusi dalam pembinaan generasi muda, tidak hanya melalui pendidikan agama, tetapi juga penguatan nilai Pancasila, persatuan, dan tanggung jawab sosial.
“Bagaimana LDII menjadi ruang utama santri sebagai penjaga moralitas bangsa,” ungkap Ning Lia.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Ir. KH. M. Amrodji Konawi, menegaskan bahwa perlindungan anak membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan pergaulan yang baik, serta kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat.
Menurut Amrodji, keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang memiliki akhlakul karimah, pemahaman agama yang baik, dan kemandirian.
“Kami berharap ibu-ibu sekalian pulang dari sini membawa komitmen baru untuk kemudian mengajarkan anaknya menggunakan internet yang sehat,” kata Amrodji.
Ia mengingatkan para orang tua agar tidak mengabaikan aktivitas digital anak. Pendampingan diperlukan agar anak mampu menggunakan internet secara bijak dan terhindar dari konten yang berpotensi merugikan perkembangan mereka.
Seminar tersebut turut dihadiri Ketua PW Wanita LDII Jawa Timur Emie Santoso, Dewan Penasihat DPW LDII Jawa Timur KH. Sumarman, Kepala DP3AK Jawa Timur Sufi Agustini, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, serta Direktur RS Menur Jawa Timur Vitria Dewi.
Hadir pula Ketua Muslimat NU Jawa Timur Masruroh Wahid, Ketua Aisyiyah Jawa Timur sekaligus Ketua BKOW Jawa Timur Rukmini Amar, Ketua Fatayat NU Jawa Timur Siti Maulidah, dan Ketua Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur Arin Setiyowati.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, organisasi perempuan, dan pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.
Ning Lia berharap komitmen perlindungan anak tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi diwujudkan melalui pendampingan nyata di lingkungan keluarga agar generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.





