Program ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan setempat, seperti Nahdlatul Ulama cabang Lamongan, IKA PMII, serta Fatayat NU. Kolaborasi ini memperkuat efektivitas distribusi bantuan sekaligus mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Dalam keterangannya, Billy Aries menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Ramadan.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bersama elemen masyarakat menjadi bentuk nyata dukungan moral bagi warga yang tengah menghadapi ujian bencana.
“Bantuan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah dan elemen masyarakat. Kami berharap ini bisa meringankan beban harian sekaligus memberi semangat bagi warga untuk bangkit kembali,” ujar Billy.
Respons positif pun datang dari masyarakat penerima manfaat. Mereka mengaku sangat terbantu, terutama di tengah kondisi banjir yang membatasi aktivitas kerja dan menurunkan pendapatan harian. Bantuan sembako dinilai menjadi penopang penting dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Melalui program Joyful Ramadhan, pemerintah berharap nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain menjadi solusi jangka pendek dalam penanganan dampak bencana, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.






