Ia juga mengakui bahwa mental dan kepercayaan diri pemain Persela sempat menurun setelah kebobolan, sehingga memengaruhi permainan hingga laga berakhir. Meski demikian, ia menegaskan timnya harus segera bangkit dan fokus menghadapi pertandingan selanjutnya.
Di sisi lain, pelatih PSIS Semarang Jefri Sastra memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras para pemainnya. Menurutnya, disiplin dan semangat juang menjadi kunci utama kemenangan meski berada dalam tekanan hampir sepanjang pertandingan.
“Anak-anak tampil luar biasa, bukan hanya soal tiga poin, tapi bagaimana mereka bekerja keras selama 90 menit dengan kondisi yang tidak mudah,” ungkap Jefri.
Jefri juga menambahkan bahwa situasi bermain dengan 10 pemain bukan hal asing bagi skuad PSIS, karena telah disiapkan dalam sesi latihan. Hal tersebut membuat para pemain mampu bertahan dengan organisasi permainan yang rapi.
Hasil ini membuat Persela Lamongan tetap bertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan 26 poin, sementara PSIS Semarang masih berada di posisi kesembilan dengan raihan 11 poin.
Usai laga ini, Persela dijadwalkan melakoni laga tandang menghadapi Persipal Palu pada 31 Januari 2026 mendatang.






