Dalam MoU tersebut, seluruh pihak bersepakat untuk saling menjaga toleransi dan menjunjung tinggi norma hukum. AKP Joko Suprianto menegaskan bahwa pihaknya, didukung oleh rekan-rekan dari Koramil dan Satpol PP, akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis. Namun, Polri tetap akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba memicu kerusuhan atau merusak kedamaian yang selama ini telah terjalin.
“Tujuan kami sangat sederhana namun fundamental: menciptakan wilayah Solokuro yang sejuk, damai, dan aman kondusif selamanya. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi merupakan tanggung jawab kolektif. Kami ingin masyarakat merasa nyaman, tenang, dan tidak was-was dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tambah AKP Joko.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan ikrar bersama untuk menjaga kerukunan antarperguruan silat dan warga masyarakat. Keberhasilan Polsek Solokuro dalam menyatukan berbagai elemen ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola potensi kerawanan menjelang perayaan hari besar atau kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan massa besar.
Dengan adanya nota kesepahaman ini, jajaran Polsek Solokuro menyatakan siap untuk memberikan pengamanan maksimal guna memastikan seluruh warga dapat menikmati suasana malam 1 Muharram dengan khusyuk.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab, karena aparat gabungan TNI-Polri dan unsur terkait siap berjaga 24 jam demi menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh warga di wilayah Kecamatan Solokuro.






