BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Upaya untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan terus digencarkan di tingkat desa. Salah satunya terlihat di Desa Sarirejo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, di mana puluhan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berpartisipasi dalam pelatihan pembuatan kerajinan pernak‑pernik yang digelar pada 14 Maret 2022.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran perempuan desa sebagai penggerak ekonomi keluarga melalui kreativitas dan inovasi berbasis potensi lokal.

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Sarirejo ini menghadirkan narasumber Dr. Fitri Nurjannah, S.E., M.Ak., yang dikenal aktif mendorong pengembangan kewirausahaan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam dua hari kegiatan, peserta diajak untuk menggali ide kreatif dari bahan‑bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah, seperti kain flanel, pita, dan barang daur ulang. Dari bahan‑bahan tersebut, mereka belajar membuat berbagai produk menarik mulai dari bros dan gantungan kunci hingga hiasan rumah bernilai jual.

Suasana pelatihan berlangsung semarak. Para peserta, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, tampak antusias mengikuti setiap sesi praktik.

Dr. Fitri Nurjannah menekankan bahwa kunci utama dalam membangun jiwa kewirausahaan bukan hanya pada kemampuan membuat produk, tetapi juga pada keberanian untuk memulai dan berinovasi.

“Kewirausahaan harus dimulai dari pola pikir yang mandiri dan kreatif. Dari hal kecil seperti membuat kerajinan ini, ibu‑ibu bisa menghasilkan sumber pendapatan baru yang bermanfaat bagi keluarga,” paparnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sarirejo, Ibu Marni, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para anggotanya untuk naik kelas, dari sekadar konsumen menjadi produsen kreatif.

Menurutnya, selama ini banyak potensi perempuan di desanya yang belum tergali karena terbatasnya akses pelatihan dan pendampingan.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami ingin agar ibu‑ibu di Sarirejo tidak hanya terampil mengurus rumah tangga, tetapi juga berdaya secara ekonomi. Ini bagian dari upaya kami mendorong kemandirian keluarga,” ujarnya.

Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan materi tentang pengemasan, strategi pemasaran, dan pengelolaan keuangan sederhana. Mereka diajarkan bagaimana cara menaksir harga pokok produksi, menghitung keuntungan, serta menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk mereka.

“Hal ini diharapkan dapat membantu mereka memahami seluruh rantai proses usaha, sehingga hasil pelatihan tidak berhenti pada tahap keterampilan, tetapi juga berlanjut menjadi kegiatan ekonomi produktif,” ungkapnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2