Sebelum pelaksanaan upacara puncak 17 Agustus, para peserta akan dikarantina selama lima hari, yakni mulai 12 hingga 16 Agustus 2025. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kesiapan akhir seluruh pasukan.
“Karantina akan dimulai 12 Agustus. Kami imbau peserta menjaga kondisi tubuh dan menghindari aktivitas yang berisiko agar saat hari H mereka tampil maksimal,” lanjut Harum.
Sementara itu, Peltu Prayitno, salah satu pelatih dari unsur TNI, menyatakan bahwa secara umum seluruh peserta menunjukkan perkembangan signifikan, baik secara fisik maupun mental.
“Mental adalah fokus utama di minggu pertama. Fisik anak-anak bagus, mental juga sudah terasah. Tinggal menyempurnakan teknis pelaksanaan,” ungkapnya optimis.
Paskibra bukan sekadar formasi pengibar bendera, melainkan simbol kebanggaan, kehormatan, dan semangat nasionalisme generasi muda.
“Diharapkan seluruh rangkaian latihan ini mampu mencetak pribadi-pribadi tangguh dan berjiwa patriotik yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(Bs).





