JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan perusahaan di Indonesia tidak boleh lagi menggunakan kriteria penampilan fisik seperti “good looking” maupun batas usia tertentu sebagai persyaratan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Penegasan tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan pidato di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Senin (10/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks upaya pemerintah mendorong proses perekrutan tenaga kerja yang lebih transparan, objektif, dan tidak diskriminatif.
Yassierli menyebut Kementerian Ketenagakerjaan telah menerbitkan surat edaran sejak 2025 yang mengatur agar perusahaan tidak mencantumkan persyaratan usia maupun penampilan fisik tertentu dalam proses rekrutmen.
“Tahun lalu saya sudah mengeluarkan surat edaran yang melarang perusahaan untuk mencantumkan kriteria usia, kriteria good looking, dalam recruitment,” kata Yassierli dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube UPN Veteran Jakarta.
Menurut dia, proses rekrutmen semestinya lebih mengutamakan kemampuan, kompetensi, serta kualifikasi yang benar-benar berkaitan dengan posisi pekerjaan yang ditawarkan. Dengan demikian, calon pekerja memiliki kesempatan yang lebih setara untuk mengikuti proses seleksi.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan perusahaan yang masih mencantumkan persyaratan tersebut dalam informasi lowongan pekerjaan.
“Kalau masih ada perusahaan yang nakal, silakan laporkan. Jadi itu tidak boleh,” tegasnya.
Yassierli menilai proses perekrutan tenaga kerja perlu dilakukan secara transparan dan objektif. Persyaratan yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kompetensi pekerjaan, termasuk penampilan fisik dan usia, dinilai tidak semestinya menjadi dasar untuk menyaring calon pekerja.
“Yang kita dorong, perusahaan untuk merekrut secara transparan, secara objektif,” ujarnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dorongan pemerintah untuk menciptakan pasar kerja yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat. Dalam praktiknya, pencari kerja kerap menemukan lowongan yang mencantumkan persyaratan seperti rentang usia tertentu atau penampilan menarik, meskipun kriteria tersebut tidak selalu berkaitan langsung dengan tugas dan tanggung jawab posisi yang ditawarkan.





