BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui partisipasinya dalam gelaran Lamongan Night Carnival 2025.
Dalam acara tersebut, Disparbud Lamongan menampilkan kostum maskot yang terinspirasi dari dua ikon khas daerah, yakni ikan bandeng dan lele, serta busana pengantin tradisional khas Lamongan.
Sosok yang memeragakan kostum maskot tersebut adalah Meylanie Nabilla, model perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan.
Tampil menawan di sepanjang rute carnival, Meylanie membawakan kostum bertema ikan bandeng dan ikan lele, yang dirancang dengan detail estetika tinggi dan filosofi mendalam.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Siti Rubikah mengatakan, filosofi Kostum Bandeng dan Lele menjadi simbol kekayaan alam dan ketangguhan Lamongan.
“Kostum ini merepresentasikan kekayaan alam pesisir Lamongan yang terkenal sebagai penghasil ikan bandeng dan lele. Dalam filosofi lokal, ikan bandeng menggambarkan kesuburan dan hasil bumi yang melimpah, sedangkan ikan lele mencerminkan ketangguhan dan kemampuan bertahan hidup di berbagai kondisi,” ungkap Rubikah.
Warna emas mendominasi kostum sebagai simbol kejayaan, kemakmuran, dan harapan akan masa depan yang gemilang. Sementara itu, warna hitam melambangkan kekuatan, keteguhan, serta identitas masyarakat Lamongan yang dikenal berkarakter kuat.





