Ia menegaskan, pilihannya berbuka puasa bersama para tahanan merupakan bentuk kepedulian serta komitmen Polres Lamongan dalam melakukan pembinaan moral dan spiritual.
Menurutnya, pendekatan humanis sangat penting agar para tahanan tetap mendapatkan dukungan psikologis selama menjalani proses hukum, sekaligus memotivasi mereka untuk tidak mengulangi kesalahan di masa depan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan buka puasa, sholat Magrib berjamaah, dan makan bersama dalam suasana sederhana namun penuh makna.
Melalui kegiatan ini, Polres Lamongan berharap para tahanan dapat merasakan perhatian, meningkatkan kesadaran diri, serta menumbuhkan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti.






