Keberadaan HIPPAM diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang belum memperoleh layanan air perpipaan secara optimal. Pemerintah juga terus memetakan dan mengembangkan sumber-sumber air lain yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, ancaman kekeringan terhadap sektor pertanian diantisipasi melalui langkah yang lebih cepat. Pemkab Lamongan bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Konstruksi dan Bina Marga (SDABK) telah menyiapkan bantuan pompa air yang akan didistribusikan kepada wilayah yang membutuhkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebanyak 110 unit pompa disiapkan untuk membantu pengairan lahan pertanian. Bantuan tersebut terutama diarahkan untuk menyelamatkan tanaman yang masih berada di lahan dan belum memasuki masa panen.

“Saat ini kami juga sudah menyediakan pompa-pompa yang akan dibagikan. Insyaallah hari ini sudah datang, ada 110 pompa yang akan diberikan,” ungkap Yuhronur.

Distribusi pompa tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi petani yang menghadapi keterbatasan pasokan air. Dengan tambahan sarana pengairan, tanaman yang masih dalam masa produksi diharapkan dapat dipertahankan hingga masa panen.

Pemerintah daerah juga tidak hanya berorientasi pada penyelamatan tanaman yang saat ini berada di sawah. Persiapan menghadapi musim tanam berikutnya turut menjadi perhatian.

“Ini kita fokus untuk menyelamatkan area-area yang belum panen supaya bisa selamat sampai bisa panen, dan juga untuk persiapan musim tanam berikutnya kita juga menyiapkan infrastruktur untuk itu,” tutur Yuhronur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah ancaman kemarau. Perbaikan jaringan irigasi dan penambahan infrastruktur penampungan air diharapkan dapat meningkatkan kemampuan daerah dalam mengelola ketersediaan air.

Pemkab Lamongan memastikan koordinasi dengan Dinas SDABK dan pihak terkait terus dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi air selama musim kemarau. Pemerintah juga mendorong agar pemanfaatan sumber air dilakukan secara efektif, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.

Penguatan embung, waduk, saluran irigasi, serta penyediaan pompa menjadi upaya Lamongan membangun ketahanan air secara bertahap. Selain menjadi respons terhadap kondisi kemarau saat ini, kebijakan tersebut diharapkan mampu menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air, melindungi lahan pertanian, dan mendukung keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2