Usai dari Mapolres Lamongan, massa IMM melakukan long march menuju Kantor DPRD Lamongan di Jalan Basuki Rahmat. Mereka menggelar orasi secara bergantian, menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari reformasi total Polri, penghapusan tunjangan DPR, hingga pencopotan aparat yang terlibat kekerasan terhadap massa aksi.
Di DPRD, mahasiswa ditemui oleh Ketua DPRD Lamongan, Fredi Wahyudi, bersama seluruh Ketua Fraksi. Awalnya, pimpinan dewan hanya berjanji menampung aspirasi. Namun, massa IMM mendesak agar tuntutan mereka ditandatangani secara resmi sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab wakil rakyat.
Tanpa banyak pilihan, para pimpinan DPRD akhirnya menandatangani surat pernyataan tuntutan IMM, yang menjadi titik puncak keberhasilan aksi hari itu.
Sementara itu, sebagai langkah antisipasi, sejumlah fasilitas publik seperti SPBU dan Kantor Samsat Lamongan tutup sementara menjelang aksi.
Selain itu, mobil pemadam kebakaran juga disiagakan di halaman Kantor DPRD dan Pendopo Kabupaten.
Meski sempat memanas, aksi IMM berlangsung damai dan akhirnya dibubarkan secara tertib setelah tuntutan dikabulkan.(Bs).





