“Dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan yang ke-62 tahun 2026, tentunya sudah banyak capaian-capaian kita di kinerja pemasyarakatan sendiri. Kami masih mempertahankan bahwa Lapas Lamongan adalah zero narkoba, zero pungli, dan zero handphone ilegal,” tegas Heri.

Ia memastikan, setiap bentuk pelanggaran akan ditindak tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan lapas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di sisi lain, Lapas Lamongan juga terus memperluas program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan berbagai pelatihan di bidang UMKM, seni lukis, seni tari, peternakan, hingga pertanian.

Program tersebut juga sejalan dengan agenda nasional Asta Cita, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Lapas Lamongan juga melaksanakan panen padi sebagai bagian dari pemberdayaan warga binaan melalui sektor pertanian produktif.

“Pembinaan terus kita tingkatkan. Ke depan, kita akan terus meningkatkan integritas, semangat kerja, serta melakukan pendekatan pembinaan secara personal maupun kemandirian agar warga binaan benar-benar siap saat kembali ke masyarakat,” ungkap Heri.

Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan mampu menghadirkan perubahan positif.

“Melalui pembinaan berkelanjutan, warga binaan diharapkan menjadi pribadi yang lebih disiplin, terampil, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Lamongan di masa mendatang,” pungkasnya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2