Nelayan diajarkan teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan bagaimana menangani korban yang mengalami sumbatan jalan napas (choking) akibat benda asing.

Salah satu tujuan utama program ini adalah pembentukan tim kader pertolongan pertama dari nelayan setempat. Para kader yang terpilih akan bertugas sebagai garda terdepan dalam menghadapi kejadian darurat tenggelam di daerah pesisir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mereka tidak hanya dilatih untuk memberikan pertolongan pertama, tetapi juga untuk menyebarluaskan pengetahuan ini kepada masyarakat sekitar.

Setelah pelatihan selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan nelayan menangani situasi darurat tenggelam, dengan sebagian besar peserta berhasil melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar.

Sebagai apresiasi, panitia memberikan hadiah berupa alat keselamatan seperti pelampung dan kotak P3K kepada peserta yang menunjukkan peningkatan signifikan dan keaktifan selama simulasi. Hadiah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan nelayan dalam menghadapi situasi darurat di laut.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan nelayan di Desa Paciran dapat lebih siap menghadapi risiko tenggelam, sehingga dapat meminimalisir angka kematian akibat tenggelam di wilayah pesisir Lamongan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ditutup dengan doa bersama dan ucapan terima kasih dari perwakilan nelayan kepada tim pengabdian.

Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya dilihat dari peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga dari komitmen yang terbentuk antara nelayan dan pemerintah desa dalam menghadapi tantangan keselamatan di laut.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan kegiatan yang mendapatkan pendanaan dari dan RKAT Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Tahun 2024.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2