Selain menyoroti transparansi internal, Sudaryono juga memberikan perhatian serius terhadap keamanan serta kenyamanan para pengelola operasional di tingkat bawah. Beliau secara terbuka melayangkan peringatan keras terhadap segala bentuk tindakan intimidasi, tekanan, atau upaya intervensi yang kerap mencatut nama pihak-pihak tertentu demi keuntungan pribadi.
Pihaknya menyatakan sikap tegas untuk menindak secara hukum oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja mengatasnamakan kerabat atau pejabat tertentu untuk menekan para pengelola SPPG dan mitra di lapangan. Langkah preventif dan represif ini diambil untuk memberikan rasa aman, perlindungan hukum, serta ketenangan bagi seluruh petugas dan relawan yang mendedikasikan diri menyukseskan misi besar perbaikan gizi nasional.
BGN juga membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Melalui budaya kerja yang terbuka, setiap masukan, kritik konstruktif, dan aspirasi publik akan didengar secara saksama untuk dijadikan bahan evaluasi serta perbaikan yang berkelanjutan di tubuh organisasi.
Langkah awal kepemimpinan yang tegas, transparan, dan berintegritas ini diharapkan mampu meletakkan fondasi yang sangat kokoh bagi BGN dalam menjalankan mandat besar dari negara. Di tengah momentum menyongsong peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kehadiran kepemimpinan baru ini membawa angin segar bagi efektivitas pembangunan sumber daya manusia nasional.
Semoga estafet kepemimpinan di bawah komando Bapak Sudaryono ini mampu mengokohkan semangat kesetaraan akses gizi, memperkuat integritas kelembagaan, serta menjamin keberlanjutan program secara paripurna.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat, cita-cita besar melahirkan generasi masa depan Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing global dapat segera terwujud nyata,” tegasnya.





