Rofiah, yang kini hidup bersama tiga anaknya, seorang anak yatim yang diasuhnya, serta ibunya yang berusia 80 tahun, mengaku terpaksa berutang ke berbagai pihak demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Anak saya tiga, ada anak yatim juga yang saya urus, dan ibu saya yang sudah tua. Untuk makan sehari-hari saja sulit. Untuk bayar sekolah anak-anak pun saya kesusahan,” keluhnya.

Ia juga menceritakan betapa sulitnya ia mencari pinjaman untuk membeli seragam sekolah anak yatim yang diasuhnya, yang harganya mencapai Rp 2 juta. Meskipun telah berusaha keras, Rofiah masih belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kini, Rofiah hanya bisa berharap agar ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar para mandor proyek segera melunasi utang mereka.

“Saya berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, mudah-mudahan bisa membantu mandor-mandor agar mereka bisa segera membayar warung. Itu saja harapan saya,” harap Rofiah dengan nada lirih.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2