“Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang mengenai penetapan awal bulan suci ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lamongan Muhammad Muhlisin Mufa menjelaskan bahwa rukyatul hilal merupakan tradisi tahunan yang penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang penetapan 1 Ramadan.
“Kegiatan ini dilakukan untuk melihat hilal di ufuk barat sesaat setelah matahari terbenam, penetapan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah sangat bergantung pada rukyatul hilal yang mu’tabar, yaitu yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan ilmiah,” ujarnya.
Ia menambahkan akan menghormati apapun keputusan yang ditetapkan oleh hakim Pengadilan Agama, dan mengajak untuk saling menghargai apabila terdapat perbedaan awal puasa.
“Mari kita tingkatkan keimanan kita pada bulan puasa, bagi yang bekerja tetap semangat melaksanakan kegiatan sehari – hari,” katanya.(bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





