Nobella menuturkan, awalnya ia berasal dari keluarga Katholik hingga ayahnya menjadi mualaf. Ia mengaku jika sejak kecil sudah terbiasa mendengar ayahnya bercerita tentang Islam. Namun ia hanya mendengar dan belum terlintas keinginan untuk mengikuti keyakinan ayahnya.

“Sampai akhirnya, saya kehilangan ibu dan seperti kehilangan arah. Namun perjalanan hidup saya benar-benar mengalami perubahan setelah saya juga kehilangan ayah. Dalam pikiran saya terlintas untuk mencari ketenangan yang dulu sering ayah ceritakan,” katanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Nobella merasa bersyukur keinginan memeluk agama Islam serta belajar mendalaminya mendapat respon positif dari seorang teman baik yang membuatnya mantap untuk masuk Islam dengan kesadaran sendiri, hingga temannya membantu ikrar ke Masjid Al-Akbar.

“Asyhaduan Laa Ilaaha… illa Allah…, wa Asyhadu… anna Muhammad… Rasulullah…,” ucap Nobella, saat ikrar mualaf dengan disaksikan 2 orang saksi, yakni Chamdani dan Hadi Suhud.

Berkah Ramadan, semakin banyak orang dengan kesadaran sendiri mulai memeluk agama Islam

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2