“Siswa menjadi tahu bagaimana prosedur pemilihan umum yang benar. Pemilihan ketua OSIS dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sportif dan bertanggung jawab serta tidak menimbulkan konflik setelah pelaksanaan pemilihan ketua OSIS,” kata Matekur.
Dijelaskan Matekur, pelaksanaan Pilkaos tahun ini dengan mengambil tema bernuansa keberagaman budaya karena siswa kelas XI melaksanakan pembelajaran P5. Dengan begitu diharapkan para siswa tidak hanya memiliki konsep keberagaman budaya tapi mampu mempraktekkannya secara langsung, baik itu pakaian adatnya, makanan khasnya, hingga termasuk budayanya.
“Sehingga sekolah menginginkan para siswa tidak hanya memiliki konsep namun mampu praktek langsung terhadap budaya-budaya di seluruh Indonesia,” ujar Matekur.
Matekur menambahkan, OSIS sebagai wadah bagi peserta didik di sekolah adalah organisasi untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan siswa yang sesuai dengan visi-misi sekolah.
“Pengurus OSIS adalah peserta didik yang dipilih berdasarkan prestasi, dan keaktifan peserta didik di lingkungan sekolah. Menjadi pengurus OSIS harus mempunyai wawasan yang luas, pandai berinteraksi,” ujarnya.
Menurutnya pula, kepemimpinan merupakan sebuah modal strategis yang harus dimiliki oleh setiap siswa.
“Setiap manusia esensinya adalah seorang pemimpin, melalui Pilkaos ini diharapkan melahirkan pemimpin masa depan,” pungkasnya.





