“Kalau Bupati Lumajang siap memperbaiki saya mengucapkan terimakasih banyak, semoga tahun ini bisa dilaksanakan karena dampak bencana hidrometeorologi perekonomiannya sangat dirasakan merosotnya,” kata pria yang akrab disapa bang haji.
Sejauh ini tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air seperti jagung, tebu tanaman palawija lain kost biaya besar perhektar karna harus menarik atau mengambil dari sungai yang jauh dari lokasi lahan pertanian.
“Tanaman untuk mendapatkan asupan air diambil dari sungai yang jauh dari lahan sehingga kost biaya tidak murah itupun dilakukan karena ingin lahan yang ada bisa mendapatkan hasil panen,” pungkasnya. (Fendi)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





