Menurutnya, pengembang juga memiliki harapan yang sama agar kebutuhan air bersih warga Perumahan Tambora segera terpenuhi.

“Kita juga ingin kebutuhan air PDAM bisa tercukupi, khususnya untuk warga Tambora,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Secara terpisah, Direktur Utama PDAM Lamongan, Muhammad Syahril Majidi, menjelaskan sejumlah faktor teknis menjadi penyebab distribusi air ke Perumahan Tambora belum berjalan maksimal.

Selain faktor elevasi atau ketinggian wilayah yang berpengaruh terhadap tekanan air, gangguan juga terjadi akibat putusnya kabel induk booster milik PT Air Bersih (PTAB) Jatim di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Kondisi tersebut berdampak terhadap tekanan suplai air menuju pelanggan.

Syahril menambahkan, layanan air di Perumahan Tambora saat ini masih dalam tahap uji coba atau trial. Tahapan tersebut biasanya berlangsung selama tiga bulan untuk mengetahui berbagai kendala sebelum distribusi berjalan secara optimal.

“Di Tambora itu belum kita rekeningkan, masih masa percobaan yang biasanya berlaku hingga 3 bulan. Masa percobaan ini kami lakukan untuk mengetahui apa saja kekurangan saat pendistribusian. Sebab, karakter setiap wilayah berbeda-beda sehingga perlakuan atau treatment-nya tidak bisa kita samakan,” jelas Syahril.

Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, PDAM Lamongan menyiapkan rekayasa distribusi guna meningkatkan tekanan dan memperlancar suplai air menuju kawasan Perumahan Tambora.

Tak hanya itu, PDAM Lamongan juga merencanakan pembangunan tandon penampungan air baru berkapasitas 60 meter kubik. PDAM berharap dapat mendukung kontinuitas pasokan air dan memenuhi kebutuhan warga Perumahan Tambora.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2