Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam memastikan transportasi tetap berjalan. Namun, keputusan terkait operasional layanan tetap harus didasarkan pada perkembangan kondisi dan rekomendasi dari lembaga yang berwenang.
Sektor pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah. Tito mengatakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar perlu menyesuaikan kondisi di setiap wilayah terdampak.
Apabila situasi masih aman dan memungkinkan, proses pembelajaran dapat tetap dilakukan, terutama untuk kegiatan yang berlangsung di dalam ruangan. Sekolah diminta tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi dan mengikuti arahan pemerintah apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik atau perubahan sebaran abu.
Sementara kegiatan pembelajaran di luar ruangan perlu dipertimbangkan kembali dengan memperhatikan kualitas udara dan perkembangan kondisi lingkungan.
“Kita berharap tidak terjadi eskalasi artinya situasi memburuk,” jelas Tito.
Pemerintah berharap kondisi erupsi dan dampaknya dapat terkendali sehingga aktivitas pemerintahan, pendidikan, transportasi, serta kegiatan masyarakat tetap dapat berjalan dengan aman.
Tito juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari langkah mitigasi untuk mencegah masyarakat berada di area yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Selain mematuhi batas aman, masyarakat diminta aktif mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Informasi mengenai aktivitas vulkanik dan potensi dampaknya perlu merujuk pada keterangan lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan di bidang tersebut.
Mendagri meminta masyarakat memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta otoritas terkait lainnya.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas. Di tengah situasi bencana, informasi yang keliru berpotensi menimbulkan kepanikan dan mengganggu upaya penanganan.
Dalam konferensi pers tersebut turut bergabung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan.
Pemerintah memastikan perkembangan situasi akan terus dipantau. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga layanan pemerintahan dan pendidikan tetap berjalan sesuai kondisi di lapangan.





