BERITASIBER.COM | LAMONGAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan kembali menjadi sorotan publik.

Dewan Pendidikan Lamongan (DPL) menerima banyak aduan dari wali murid dan pihak sekolah terkait kualitas menu makanan yang dinilai tidak layak serta tidak sesuai dengan standar gizi dan anggaran yang telah ditetapkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menyikapi kondisi tersebut, DPL meminta pemerintah menghentikan sementara distribusi MBG selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

Anggota DPL Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan terkait menu MBG yang terkesan seadanya, bahkan menyerupai menu takjil berbuka puasa. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat program MBG memiliki tujuan strategis untuk mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah.

“Kami mendapatkan banyak aduan dari wali murid dan sekolah. Setelah kami cermati, menu yang disajikan tidak sesuai dengan anggaran. Bahkan ada yang nilainya diperkirakan hanya sekitar Rp5.000 per porsi, padahal alokasi anggaran untuk siswa TK hingga kelas 3 SD mencapai Rp8.000, dan kelas 4 SD hingga SMA sebesar Rp10.000,” ujar Ali Zulfikar, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, keluhan tidak hanya terkait porsi dan kualitas menu, tetapi juga kondisi makanan yang kurang segar, buah yang sudah tidak layak konsumsi, serta keterlambatan distribusi ke sekolah-sekolah. Hal tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas asupan gizi siswa, bahkan dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2