Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lamongan, Na’im, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi gagal panen massal. Lamanya genangan air yang merendam tanaman padi dan tambak warga dipastikan akan merusak kualitas tanah dan mematikan bibit maupun komoditas ikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat karena sebagian besar penduduk di sini adalah petani dan petambak,” jelas Na’im saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (13/1/2026).

Menghadapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya mempercepat penurunan debit air. Salah satu langkah teknis yang diambil adalah dengan mengoptimalkan pompa air di titik strategis seperti Pompa Kuro dan beberapa pintu air lainnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami terus berupaya mengurangi genangan dengan memaksimalkan seluruh infrastruktur pompa yang tersedia,” tambah Na’im.

Selain penanganan teknis di sektor pertanian, Pemkab Lamongan juga memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan. Mengingat akses jalan desa banyak yang terputus akibat genangan air yang cukup tinggi, BPBD telah menyiagakan bantuan perahu karet sebagai sarana transportasi sementara bagi para siswa.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyediakan bantuan perahu di titik-titik tertentu. Tujuannya jelas, agar siswa tetap bisa menjangkau sekolah meski harus menembus banjir. Pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana ini,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2