Konsumen juga dapat memperhatikan aroma ikan. Ikan segar biasanya memiliki bau khas laut yang tidak terlalu menyengat atau menusuk. Sebaliknya, aroma yang terasa sangat tidak lazim, seperti bau kimia yang kuat, patut menjadi perhatian.
Selain tekstur dan aroma, kondisi fisik ikan juga perlu diperhatikan. Mata ikan segar umumnya terlihat lebih jernih dan menonjol, sedangkan insang cenderung memiliki warna yang masih baik. Kondisi kulit dan sisik juga dapat menjadi pertimbangan ketika konsumen memilih ikan di pasar.
Namun, ciri-ciri fisik tersebut tidak dapat dijadikan alat untuk memastikan ada atau tidaknya formalin. Ikan yang terlihat berbeda belum tentu mengandung formalin, begitu pula sebaliknya. Kepastian mengenai kandungan bahan kimia tetap memerlukan pemeriksaan melalui metode laboratorium yang sesuai.
Cara penyimpanan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesegaran ikan. Ikan yang ditangani dengan baik umumnya disimpan pada suhu dingin, salah satunya menggunakan es. Kondisi dingin dapat membantu memperlambat proses penurunan mutu ikan setelah ditangkap.
Konsumen juga disarankan memilih penjual yang menjaga kebersihan tempat dan menerapkan penyimpanan ikan secara baik. Ikan yang diletakkan di atas es dalam kondisi bersih dapat menjadi salah satu indikator bahwa penanganan produk mendapatkan perhatian.
Waktu pembelian juga dapat dipertimbangkan. Membeli ikan pada pagi hari menjadi pilihan yang dapat dilakukan, terutama bagi konsumen yang ingin mendapatkan produk dengan kondisi lebih segar. Hal tersebut semakin relevan untuk ikan yang dikirim dari daerah lain karena produk membutuhkan waktu selama proses distribusi.
Masyarakat tidak perlu panik hanya karena menemukan informasi mengenai formaldehida pada ikan. Yang lebih penting adalah memahami perbedaan antara formaldehida yang dapat terbentuk secara alami pada jenis ikan tertentu dengan formalin yang sengaja ditambahkan ke dalam pangan.
Konsumen juga perlu lebih teliti dalam memilih produk perikanan dengan memperhatikan aroma, tekstur, kondisi fisik, serta cara penyimpanannya. Jika terdapat dugaan kuat mengenai penggunaan bahan kimia berbahaya, pemeriksaan laboratorium menjadi langkah yang lebih tepat dibandingkan hanya mengandalkan ciri fisik.
Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat dapat tetap mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari sekaligus lebih bijak dalam memilih produk yang aman dan berkualitas.





