BERITASIBER.COM – Produksi telur ayam ras di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, saat ini mengalami surplus cukup besar. Berdasarkan data yang dihimpun, produksi telur ayam ras di wilayah tersebut mencapai sekitar 79,2 ton per hari, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya berada di kisaran 30,3 ton per hari. Kondisi tersebut menciptakan surplus hampir 49 ton setiap hari yang turut memberikan tekanan terhadap harga telur di tingkat peternak.

Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari Polres Magetan melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mendorong adanya langkah bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, peternak, pedagang, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas penyerapan telur produksi lokal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami mendorong agar telur produksi peternak lokal bisa lebih banyak terserap, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis. Para kapolsek juga kami minta berkoordinasi dengan SPPG di wilayah masing-masing agar dalam pemenuhan kebutuhan telur dapat memprioritaskan produk dari peternak lokal,” ujar AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Menurutnya, persoalan surplus produksi tidak dapat diselesaikan oleh peternak maupun pemerintah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar hasil produksi peternak tetap memiliki pasar yang jelas sekaligus mampu menjaga keberlangsungan usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Magetan.

Satgas Pangan Polres Magetan sebelumnya mempertemukan sejumlah pihak yang berkepentingan, mulai dari peternak, pedagang, Pemerintah Kabupaten Magetan hingga DPRD. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas kondisi produksi, distribusi, harga telur, hingga berbagai alternatif kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap harga di tingkat peternak.

Kabupaten Magetan sendiri memiliki potensi peternakan ayam petelur yang cukup besar. Saat ini tercatat sekitar 2,9 juta ekor ayam petelur yang dikelola oleh sekitar 1.036 peternak. Besarnya populasi tersebut membuat produksi telur lokal mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menghasilkan surplus yang cukup signifikan.

Namun, tingginya produksi belum sepenuhnya diimbangi dengan penyerapan pasar. Salah satu saluran penyerapan yang saat ini didorong adalah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan perkiraan yang ada, penyerapan telur melalui SPPG saat ini baru mencapai sekitar 7 ton per pekan. Jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan surplus produksi telur Magetan yang mencapai hampir 49 ton setiap hari.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2