“Ini bukan hanya lomba, tapi bagian dari pembentukan budaya peduli lingkungan. Kami ingin kesadaran ini tumbuh secara menyeluruh di seluruh kecamatan,” tegas Dirham.
Sementara itu, Kepala Desa Jatirejo, Sunaryo, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian warganya. Ia menekankan bahwa keberhasilan Dusun Kemendung tidak lepas dari semangat gotong royong yang terbangun dengan baik.
“Ini bukan hasil kerja pribadi, melainkan kerja kolektif warga. Mulai dari bersih-bersih lingkungan, menata taman, hingga menjaga keamanan, semua dilakukan bersama,” kata Sunaryo.
Ia juga menyatakan harapannya agar kegiatan K3L bisa menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjaga tradisi ini, tidak hanya untuk menang lomba, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Camat Tikung, H. Sujirman Sholeh, S.E., M.M., turut mengapresiasi pelaksanaan lomba yang menurutnya efektif menumbuhkan semangat partisipatif masyarakat.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi sarana membangun kesadaran bersama. Dusun Kemendung sudah menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari lingkungan sendiri,” ujar Sujirman.(Bs).





