Festival tahun ini menghadirkan beragam kegiatan meriah. Salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah pembagian seribu porsi gratis Sego Muduk, makanan khas desa yang dimasak langsung oleh warga setempat.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keaslian rasa dan penggunaan rempah-rempah tradisional yang menjadi identitas kuliner Sendangagung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pagelaran budaya ini juga semakin semarak dengan kirab 44 maskot batik, menampilkan kekayaan motif batik khas Desa Sendangagung. Motif-motif tersebut meliputi Bandeng Lele, Singomengkok, Namkatil, Kawung, Sekar Jagat, Rontal, Sego Langgi, Tari Rahayuning Sendangagung, dan lainnya, yang dikemas secara megah dan kreatif oleh warga.

Kepala Desa Sendangagung, Panut Supodo, mengungkapkan bahwa festival ini sejak awal diselenggarakan untuk mengangkat potensi desa dan mendukung visi Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkelanjutan.

“Kami percaya potensi desa ini bisa berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah. Mulai dari ekonomi kreatif, seni budaya, hingga pariwisata lokal,” ujarnya.

Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan dari Pemkab Lamongan, Festival Sego Muduk dan Sendangagung Batik Carnival 2025 diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan desa berbasis budaya, sekaligus inspirasi bagi desa-desa lainnya di Lamongan.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2