Setelah menanti selama 13 tahun, nama Syafina akhirnya keluar dalam daftar keberangkatan tahun 2026. Menurut sang ayah, motivasi utamanya sederhana; ia ingin seluruh anggota keluarga ayah, ibu, kakak, tante, dan Syafina dapat menunaikan rukun Islam kelima ini secara bersama-sama selagi kondisi fisik masih dalam keadaan prima.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keberangkatan Syafina ke Tanah Suci juga memberikan pelajaran berharga terkait pemahaman ibadah. Secara hukum Islam, ibadah haji yang dilakukan oleh anak yang belum baligh (mumayyiz) hukumnya sah dan memiliki nilai pahala, namun ibadah tersebut belum menggugurkan kewajiban haji (haji fardhu) saat ia telah menginjak usia dewasa nanti.

Bagi keluarga Tommy, momen ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan pengenalan nilai-nilai religius sedini mungkin. Kehadiran keluarga besar dalam satu kloter diharapkan mampu menciptakan bonding spiritual yang kuat bagi Syafina.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kisah Syafina Marwa kini menjadi topik hangat dan inspirasi bagi banyak keluarga di Indonesia. Di tengah panjangnya daftar tunggu haji, langkah Tommy Hartoyo dalam melakukan perencanaan sejak dini dinilai sebagai langkah visioner.

Publik berharap, perjalanan Syafina dan keluarga di Tanah Suci berjalan dengan lancar dan senantiasa dalam lindungan-Nya. Syafina pun kini menyandang status sebagai salah satu jemaah haji termuda yang menjadi bukti bahwa dengan perencanaan yang tepat dan kesabaran, niat suci menuju Baitullah dapat terwujud lebih awal.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2