Soal pengemasan atau packaging juga menjadi permasalahan pemasaran dari itu pihaknya belum bisa membuat kemasan lebih baik karena terbentur incam yang harus memanajemen baik untuk pengeluaran bahan baku, pekerja dan kebutuhan wajib lainnya.
“Kemasan yang ada di usaha saya masih sederhana hanya satu warna sehingga membuat kurang saya tarik, namun untuk packing yang bagus masih mikir dengan pendapatan untuk biaya produksi lanjutan,” ucap Mustofa.
Masih disampaikan Mustofa pemilik usaha kripik warga Kalipengung bahan baku yang ada di desanya baik singkong, pisang maupun talas telah menjadikan ikatan dengan petani, soal harga jual hasil panen petani sama jika dijual ke pedagang lainnya justru selisih lebih tinggi.
Mustofa berharap ada bimbingan dari dinas terkait untuk mendapatkan hasil panen yang baik sehingga produksi bahan olahan yang dipasarkan menjadi minat konsumen.
“Saya berharap petani ubi-ubian mendapatkan bimbingan dari dinas terkait agar hasil panen lebih banyak dan kwalitasnya lebih baik dan akan menghasilkan produksi olahan yang diminta konsumen. (Fendi)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





