BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Usaha sosial kerap dihadapkan pada dilema klasik: bagaimana menjaga komitmen pada misi sosial sambil tetap memastikan ketahanan finansial yang mampu menopang keberlanjutan organisasi. Banyak di antara mereka terjebak pada persoalan mendasar, seperti pencatatan keuangan yang tidak rapi, sulitnya melacak profitabilitas tiap program, hingga penyusunan laporan yang kredibel untuk meyakinkan donor dan investor.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menjawab tantangan tersebut, Dr. Abdul Ghofur, S.E., M.Si., menghadirkan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Berbasis Akuntansi untuk Meningkatkan Keberlanjutan Usaha Sosial di Kecamatan Made, Lamongan.

Kegiatan yang berlangsung 9 September 2025 ini dirancang dengan pendekatan aplikatif agar peserta dapat memahami dan mempraktikkan akuntansi secara langsung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Ghofur menegaskan bahwa usaha sosial harus memiliki fondasi keuangan yang kuat, bukan hanya semangat sosial. “Organisasi sosial tidak boleh hanya kuat pada idealisme, tetapi juga tangguh dalam pengelolaan keuangannya. Tanpa tata kelola yang baik, program sosial yang bagus pun sulit bertahan,” tegasnya.

Pelatihan ini menggunakan metode learning by doing, di mana peserta tidak hanya menerima materi, tetapi langsung mempraktikkan teknik pencatatan keuangan dasar, pemisahan arus kas per program, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana sesuai standar akuntansi.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2