Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka diajak mengenali kesalahan umum yang sering terjadi pada usaha sosial, kemudian diberi panduan langkah demi langkah untuk memperbaiki sistem keuangan organisasi masing-masing. Mulai dari penggunaan buku kas, penyusunan laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, hingga cara membaca dan menganalisis laporan untuk pengambilan keputusan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya transparansi kepada donor dan publik. Dengan laporan keuangan yang rapi dan akuntabel, usaha sosial memiliki peluang lebih besar untuk meraih kepercayaan pendanaan, memperluas jaringan kerja sama, dan meningkatkan dampak program mereka.

Kegiatan yang berlangsung di Made, Lamongan ini diharapkan mampu menjadi titik awal perubahan pola pengelolaan keuangan pada organisasi sosial di wilayah tersebut. Dengan fondasi akuntansi yang kuat, usaha sosial diharapkan dapat lebih berkelanjutan, profesional, dan memiliki kapasitas untuk berkembang lebih luas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi, serta mendapatkan solusi langsung dari pemateri. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar usaha sosial di Lamongan semakin maju dan berdaya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2