BERITASIBER.COM — Transformasi pendidikan anak usia dini terus menjadi perhatian penting di tengah derasnya arus digitalisasi. Kebutuhan akan metode pembelajaran yang adaptif dan relevan mendorong para akademisi untuk menghadirkan inovasi, salah satunya melalui pengelolaan lingkungan belajar yang lebih informatif dan edukatif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Aisyah Durrotun Nafisah, dosen dari Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan, yang turut ambil bagian dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tingkat nasional.

Kegiatan ini mengangkat tema “Strategi Pengelolaan Lingkungan Belajar Berbasis Pendidikan Informatif untuk Anak Usia Dini” dan dilaksanakan pada 29 April 2026 di RA Raudlatul Ulum Ganjaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Agenda tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Indonesia dengan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah, Universitas Al-Qolam Malang. Kegiatan ini diikuti oleh para akademisi, praktisi pendidikan, serta tenaga pendidik PAUD dari berbagai daerah.

Dalam forum tersebut, Aisyah Durrotun Nafisah menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang kaya informasi.

Menurutnya, lingkungan yang dirancang secara tepat mampu merangsang perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak secara optimal.

“Anak usia dini belajar dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan di sekitarnya. Oleh karena itu, lingkungan belajar harus mampu menyampaikan pesan-pesan edukatif secara alami dan menyenangkan,” ujarnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2