“Dengan adanya SOGA dan edukasi akuntansi praktis, pelaku UMKM di Gondanglor diharapkan bisa mandiri secara digital sekaligus finansial, tanpa meninggalkan nilai lokal dan prinsip ramah lingkungan,” ujar Sutri.

Masyarakat Desa Gondanglor menyambut positif program ini. Peserta KUBE aktif mengikuti sesi praktik baik penggunaan platform SOGA maupun pelatihan pencatatan keuangan usaha.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif desa yang adaptif terhadap teknologi sekaligus menjaga kearifan lokal. Dengan begitu, UMKM desa tidak hanya meningkat daya saingnya tetapi juga berpeluang berkembang ke pasar digital yang lebih luas.

Tim Unisda menyampaikan terima kasih kepada BIMA Ditjen Diktiristek Kemdikbudristek atas dukungan pendanaan PKM tahun 2025, sehingga kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis digital ini bisa terlaksana dengan baik di Lamongan.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2