“Target cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan ditetapkan sebesar 95,37%, dengan baseline tahun 2025 ditargetkan mencapai 34,36%. Hal ini menuntut adanya komitmen kerjasama yang solid untuk mencapai target tersebut,” ungkapnya.
Jody Nuraga juga menghimbau agar sosialisasi mengenai perlindungan jaminan sosial dilakukan secara masif di tingkat desa.
Ia menekankan bahwa masih banyak sektor yang perlu dilindungi, seperti guru PAUD Desa, Kader Posyandu, pengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), PKK Desa, serta pekerja padat karya dan masyarakat desa yang berada dalam kondisi tidak mampu, miskin, dan miskin ekstrem.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lamongan, Joko Raharto, S.STP., M.AP, yang hadir dalam rapat tersebut, didampingi Sekretaris Dinas PMD dan beberapa Kabid menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program pemerintah demi mencapai Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Lamongan.
Selanjutnya rapat koordinasi dilanjutkan dengan pembahasan strategi untuk mencapai target tersebut, serta sesi berbagi pengalaman terkait kendala yang dihadapi di lapangan dan solusi terbaik untuk meningkatkan kepesertaan Jamsostek.
Dengan adanya kolaborasi yang baik antara BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas PMD, diharapkan perlindungan terhadap pekerja di ekosistem desa dapat meningkat, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Lamongan.(Bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





