Karena itu, kegiatan yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai lembaga dinilai dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus menjadi ruang untuk membangun kolaborasi. SPPG juga ingin terus berkomunikasi dengan masyarakat dan berbagai pihak agar kegiatan yang berkaitan dengan pangan dan pemenuhan gizi dapat memberikan manfaat,” tuturnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bagi SPPG Geger, partisipasi dalam festival juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pemenuhan gizi.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus berlanjut setelah rangkaian perayaan kemerdekaan berakhir.

Menurut dia, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat dimaknai lebih luas dengan mengisinya melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap potensi lokal ini bisa terus dijaga. Kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Keikutsertaan SPPG Geger dalam Festival Bandeng Lele Megilan pun menjadi bagian dari semangat tersebut. Di tengah perayaan kemerdekaan, kegiatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa potensi pangan lokal dapat menjadi titik temu untuk membangun kreativitas, kebersamaan, dan peluang pemberdayaan masyarakat di daerah.

“Pemanfaatan bandeng dan lele sebagai bagian dari bahan pangan lokal dapat mempertemukan aspek gizi, potensi ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung dalam program MBG,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2