Para mahasiswa mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Mereka bertugas membantu proses registrasi, memandu alur pemeriksaan barang bawaan, hingga memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pengunjung. Keterlibatan ini memberikan mereka gambaran nyata tentang implementasi hukum dalam sistem pemasyarakatan.
Kemas Ditho, salah seorang mahasiswa magang, mengungkapkan antusiasmenya. “Di kampus kami mempelajari teori hukum, di sini kami melihat langsung bagaimana hukum itu diimplementasikan dalam pelayanan kepada warga binaan dan keluarganya. Pengalaman ini sangat membuka wawasan kami tentang realitas dunia hukum dan pentingnya pelayanan publik yang prima,” tuturnya.
Program magang ini menjadi jembatan yang menghubungkan teori di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Bagi Lapas Lamongan, kontribusi para mahasiswa membantu meringankan beban tugas sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengenalkan lembaga pemasyarakatan di mata publik. Sementara bagi para mahasiswa, ini adalah bekal tak ternilai sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia profesional.





