Penanggung jawab komunitas, Azzam Rabbani, menyebut komunitas ini nantinya akan rutin mengadakan kegiatan promotif seperti pemeriksaan GDA, konsultasi kesehatan mata, hingga aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran.
“Kami ingin lansia tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga lebih sadar terhadap risiko kebutaan akibat diabetes. Komunitas ini terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut serta,” ujarnya.
Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, menyatakan bahwa kolaborasi dengan RS Mata KMU menjadi langkah awal kegiatan sosial jelang HPN 2026. PWI Lamongan juga menyiapkan sejumlah agenda seperti khitan massal, lomba senam, dan kontes ikan lele.
“Kesadaran menjaga kesehatan mata harus terus ditingkatkan, terutama bagi masyarakat yang rentan seperti lansia dan penderita diabetes. Kami senang bisa memulai rangkaian HPN 2026 dengan edukasi kesehatan,” kata Kadam.
Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Salah satu peserta, Ibu Siti (62), mengaku senang mendapat pengetahuan baru tentang hubungan diabetes dan risiko kebutaan.
“Kegiatan seperti ini membuat kami lebih semangat bergerak. Saya juga baru paham kalau diabetes bisa merusak mata kalau tidak diperiksa rutin,” ungkapnya.(Bs).





