BERITASIBER.COM | JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat mengamankan pasokan energi nasional menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026. Mengingat karakter libur RAFI yang memicu mobilitas massa lebih masif dibanding momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pertamina memproyeksikan adanya lonjakan permintaan BBM yang signifikan.
Langkah mitigasi ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas selama bulan suci Ramadan.
Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menjelaskan bahwa proses simulasi (exercise) untuk pemetaan kebutuhan energi saat RAFI sudah dimulai sejak pekan pertama Januari 2026. Ia menekankan bahwa tren konsumsi tahun ini diprediksi akan jauh lebih menantang dibandingkan Nataru kemarin.
“Kami sedang melakukan exercise, baru mulai dibahas pekan ini. Tapi yang pasti, konsumsi akan naik dan lebih tinggi dibanding Nataru kemarin, karena karakter libur RAFI berbeda,” ujar Eko dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026)
Sebagai perbandingan, pada periode Nataru 2025/2026 (15 Desember – 5 Januari), penyaluran BBM jenis Avtur melonjak hingga 5,5% dan Gasoline (bensin) naik tipis 0,9%. Sementara itu, konsumsi Gasoil justru mengalami penurunan sebesar 3,4%. Angka-angka ini menjadi basis data bagi Pertamina untuk menyiapkan skenario distribusi yang lebih presisi pada April mendatang.
Pertamina berkomitmen untuk melakukan build-up stok atau penebalan cadangan BBM di seluruh terminal nasional. Targetnya, seluruh infrastruktur energi dari hulu hingga hilir sudah dalam kondisi aman sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Kami lakukan build-up stok. Targetnya sebelum Ramadan, atau awal Februari, kondisi stok nasional hingga terminal sudah benar-benar aman,” tegas Eko.
Evaluasi pasca-arus balik Nataru menjadi landasan bagi perusahaan untuk menentukan titik-titik krusial penyaluran, terutama di jalur-jalur mudik utama di Pulau Jawa yang tetap menjadi pusat konsumsi terbesar nasional.
Terkait kondisi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Pertamina memastikan bahwa rantai pasokan BBM untuk periode RAFI 2026 tidak akan terganggu. Eko menyatakan bahwa sistem distribusi energi telah dirancang untuk tetap tangguh meski menghadapi kendala geografis atau cuaca ekstrem.
Meskipun Sumatra sempat mengalami kendala akibat bencana, Pertamina tetap memberikan atensi penuh pada ketersediaan energi di daerah tersebut tanpa mengurangi fokus pada pusat konsumsi utama di Jawa dan wilayah strategis lainnya di Indonesia.(*)





