“Saat lihat kakinya, prospek bobotnya itu mampu bisa lebih banyak lagi. Kakinya masih sangat kuat,” ujar Bambang bangga.
Keyakinan itu terbukti, bahkan Bambang optimis bobot Rossi masih bisa bertambah, meskipun ukuran tubuhnya sudah maksimal.
Meskipun tawaran Rp 500 juta tergolong fantastis, jauh di atas harga rata-rata sapi kurban super yang berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta, Bambang masih merasa berat untuk melepaskan Rossi.
Kecintaannya pada sapi kesayangannya ini menjadi alasan utama. Namun, ia membuka peluang jika ada penawaran yang lebih tinggi, setidaknya Rp 700 juta.
Keberadaan Rossi di Sumber Ternak Farm tidak hanya membawa ketenaran, tetapi juga mendongkrak penjualan hewan kurban di peternakan tersebut.
Banyak pembeli yang tertarik melihat langsung sapi-sapi berbobot besar, termasuk Rossi, yang menjadi daya tarik utama. Hal ini menunjukkan potensi besar industri peternakan sapi di Indonesia, terutama untuk kebutuhan hewan kurban yang selalu meningkat menjelang Idul Adha.
Kisah Rossi menjadi inspirasi bagi para peternak di seluruh Indonesia, bahwa dengan perawatan yang tepat, dedikasi, dan strategi pakan yang baik, sapi lokal pun bisa mencapai bobot luar biasa dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Keberadaan Rossi bukan hanya sekadar sapi, tetapi simbol harapan dan potensi besar dunia peternakan Indonesia.(*)






