Setelah dirasa cukup ilmu agamanya, kedua santri kakak beradik tersebut kemudian diperintahkan oleh Kyai Donopuro untuk babat dan mendirikan pondok di tanah yang berada di Desa Tegalsari.

Pondok yang berada di seberang sungai Keyang tersebut kemudian dinamainya pondok pesantren Gebang Tinatar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pondok pesantren pun berkembang dengan pesat hingga memiliki ribuan santri.

Usai wafatnya Kyai Ageng Muhammad Besari kemudian pengelolaan pondok diteruskan oleh anak turunya.

Karena semakin banyaknya santri, Kyai Ageng Hasan Besari yang merupakan penerus dan sekaligus cucu dari Kyai Ageng Muhammad Besari kemudian mendirikan Masjid Jami’ Tegalsari pada sekitar abad ke-18.

Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari Ponorogo telah melahirkan banyak tokoh nasional dan merupakan cikal bakal pesantren di seluruh Nusantara.

Sementara dua guru dari Kyai Ageng Muhammad Besari yaitu Pangeran Sumende dan Kyai Donopuro dimakamkan di pemakaman islam yang berada di belakang Masjid Baiturahman, Setono.(bs)

 

Editor : Achmad Bisri

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2