BERITASIBER.COM – Penguatan sinergi antara Kepolisian Republik Indonesia dengan instansi pemerintah terus dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung program pembangunan nasional. Hal tersebut diwujudkan oleh Kapolsek Sarirejo, Polres Lamongan, IPTU Moch. Sokep, S.H., yang melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Kantor UPT Pertanian Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, pada Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara Polsek Sarirejo dengan UPT Pertanian sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sarirejo didampingi sejumlah personel, yakni AIPTU Abdi selaku Kasium, AIPTU Dwi Edy sebagai Kanit Intelkam, dan AIPTU Lasman selaku Kanit Binmas. Kehadiran rombongan Polsek Sarirejo disambut langsung oleh Kepala Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sarirejo, Fitri, beserta jajaran.
Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H., menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih efektif antara kepolisian dan instansi pemerintah di tingkat kecamatan.
Menurutnya, UPT Pertanian memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, sinergi yang baik antara kepolisian dengan UPT Pertanian diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Sarirejo.
Selain mempererat hubungan kemitraan, pertemuan tersebut juga membahas berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Kepolisian, melalui Polsek Sarirejo, berkomitmen mendukung berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian, termasuk pengamanan distribusi pupuk bersubsidi, pengawasan terhadap potensi penyimpangan, pendampingan program ketahanan pangan desa, hingga menjaga keamanan lahan pertanian agar aktivitas para petani dapat berjalan dengan lancar.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan koordinasi mengenai kondisi keamanan di lingkungan pertanian. Berbagai potensi gangguan kamtibmas menjadi perhatian bersama, seperti pencurian hasil panen, pencurian alat dan mesin pertanian, konflik antarpetani terkait batas lahan maupun pengairan, serta antisipasi gangguan keamanan saat penyaluran bantuan pemerintah kepada kelompok tani.





