LAMONGAN, BeritaSiber.com – Kapolsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur, AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara bendera di MA Muhammadiyah Palirangan, Dusun Palirangan, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam program Police Goes to School tersebut menjadi sarana kepolisian memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pelajar sejak dini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto, S.M., M.M. dalam amanatnya menekankan tiga pesan penting kepada seluruh siswa, yakni menjauhi segala bentuk perjudian online atau judol, mengatakan Say No to Drugs terhadap narkoba dan obat-obatan terlarang, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi hoaks yang diperoleh melalui media sosial ataupun grup percakapan.

“Ada tiga hal penting yang kami tekankan kepada seluruh siswa. Pertama, jauhi judi online dalam bentuk apa pun. Kedua, katakan Say No to Drugs, jangan pernah mencoba narkoba maupun obat-obatan terlarang. Ketiga, jangan mudah percaya terhadap berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang diperoleh dari media sosial maupun pesan yang dibagikan melalui grup WhatsApp,” ujar AKP Joko.

Upacara bendera berlangsung dengan diikuti para siswa MA Muhammadiyah Palirangan beserta kepala madrasah dan dewan guru. Kehadiran Kapolsek sebagai inspektur upacara sekaligus menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara kepolisian dengan lingkungan pendidikan di wilayah Kecamatan Solokuro.

Menurut AKP Joko, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi pelajar dalam menunjang pendidikan. Namun, kemudahan mengakses internet juga harus dibarengi dengan kemampuan menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah judi online. Kapolsek meminta para pelajar tidak tergoda mencoba perjudian melalui telepon seluler maupun platform digital lainnya. Selain berpotensi menimbulkan kerugian materi, kebiasaan berjudi dapat mengganggu proses belajar serta kehidupan sosial.

“Jangan pernah berpikir judi online menjadi jalan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Pelajar harus fokus belajar, mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan. Jangan sampai masa depan rusak hanya karena terjerumus dalam perjudian,” tegasnya.

Pesan kedua yang ditekankan adalah bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. AKP Joko mengajak seluruh siswa berani menolak apabila mendapatkan ajakan untuk mencoba barang terlarang tersebut, termasuk dari lingkungan pergaulan.

Ia meminta para pelajar memilih lingkungan pertemanan yang positif serta mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat juga dinilai memiliki peranan penting dalam menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2